Amazon Product

Pencari Segalanya

SATRADIO Online setiap hari Senin s/d Jum'at mulai pukul 10.00 - 17.00 WIB

Menentukan Zona (ArcView)

0komentar
Assalamu'alaikum Wr.Wb

Untuk menentukan sebuah lokasi termasuk zona berapa dapat dilakukan dengan cara sederhana. Dibawah ini akan saya coba tulis beberapa langkah sederhana (dalam hal ini saya menggunakan bantuan software ArcView untuk mengetahui Koordinatnya).

Pertama-tama cari koordinat petanya: caranya pindahkan kursor mouse ketengah-tengah view yang bersangkutan, kemudian lihat koordinatnya (absis & ordinat). Misalnya didapat angka 97,02 (karena positif, maka termasuk bujur timur atau E) dan angka 4,35 (karena positif, maka termasuk lintang utara atau N).

Nomor Zona dapat dihitung dengan rumus N = (Bujur + 183) /6.
Jika diaplikasikan makan akan didapatkan sebagai berikut:
N = (97,02 + 183) /6
N = 46,67 (dibulatkan menjadi 47)

Nah dari sini dapat kita simpulkan bahwa lokasi dengan koordinat
97,02E dan 43,35N termasuk di Zona 47N
Nah sekarang bagaimana jika kita gak punya komputre ehh komputer maksudnya…kwekwekwe. bisa diatasi dengan peta lokasi yang bersangkutan. Caranya sama, cari koordinat lintang dan bujurnya trus nilai bujurnya dimasukkan rumus diatas.

Gimana kalau kita gak punya komputer dan gak punya peta Mas Satriyo..? Tenang-tenang semua bisa diatasi. Kalau kita gak punya peta dan gak punya komputer, kita tinggal lari aja ke laboratorium SIG Fakultas Geografi UMS trus minta ketemu dengan Pak Agus Anggoro Sigit, bilang ama pak Agus mau pinjam GPS (bilang yang nyuruh mas satriyo…kwekwekwe).
Trus kalau udah dipinjami GPS pak Agus, bawa GPS tersebut ke lokasi yang ingin kita cari Zona-nya. Kalau udah nyampai lokasi, lihat angka koordinat di GPS.

Kok gak ada angkanya ya mas?
Wah yo dihidupin dulu no GPSnya, tunggu dapat sinyal dan lihat nilai EPE-nya. Usahakan Nilai EPE sekecil mungkin. Nilai EPE adalah nilai toleransi kesalahan posisi. Kalau sudah lihat koordinatnya, misal koordinat di GPS adalah 107,777 BT dan 6,892 LS. Maka dengan rumus seperti diatas, N = (Bujur + 183) / 6 akan didapatkan nilai 48,462 atau ekivalen dengan 48 jika dibulatkan. Karena lokasi yang bersangkutan berada di lintang selatan, maka nomor Zone-nya menjadi 48S.

Nah selesai tho permasalahannya….
Dengan tidak mengurangi rasa hormat. Ucapan terima kasih saya haturkan kepada Om Eddy Prahasta, Ir., MT. atas share ilmunya lewat bukunya yang berjudul “SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Tools dan Plug-Ins”

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

EVALUASI PERENCANAAN DAN PEMANTAUAN PENGGUNAAN TANAH KQTAMADYA/KABUPATEN DT II DENGAN MENGGUNAKAN SIG

0komentar
Oleh: Supriatna
S2 - Geodetic Engineering


ABSTRAK
Dalam pengelolaan suatu wilayah, banyak aspek yang dapat dilakukan dengan SIG (Sistem Informasi Geografis). Potensi suatu wilayah mempunyai peranan penting bagi wilayah itu sendiri serta masyarakat yang hidup di sekitarnya merupakan kegiatan yang penting. Sistem dari lahan yang berkaitan erat satu sama lainnya adalah daerah permukiman, industri, hutan, perkebunan dan sebagainya, yang akan berubah setiap saat. Perubahan tersebut ada yang sesuai dengan perencanaan tata ruang yang telah ditetapkan, dan ada yang tidak sesuai dengan perencanaan tata ruang tersebut, perubahan penggunaan tanah dari pertanian teknis ke permukiman atau industri akan terjadi gangguan pada keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemantauan terhadap wilayah tersebut. Hal ini secara efesien dan efektif dapat dilakukan dengan teknologi SIG. SIG memberikan kemampuan analisis yang berkaitan dengan aspek keruangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang : perencanaan tata ruang dengan melihat wilayah kesesuaian berdasarkan penggunaan tanahnya, perubahannya sesuai dengan perubahan waktu, perubahan pola penggunaan tanah dibandingkan dengan rencana tata ruang yang ada dan memprediksi ketidaksesuaian perencanaan tata ruang dengan faktor penggunaan tanah sebagai parameternya di Kotamadya Surabaya. Dari basil analisis didapat bahwa hutan mangrove yang akan habis terpakai oleh perencanaan penggunaan tanah lain pada tahun 2010, terbesar dipakai oleh perencanaan penggunaan tanah pertanian/tambak, kedua perencanaan penggunaan tanah permukiman. Perencanaan penggunaan tanah permukiman yang luasnya sekitar 2350.02 ha. dapat tergenang secara terusmenerus dan air tanahnya asin. Perencanaan penggunaan tanah lain yang juga mengalami hal yang sama, yaitu perencanaan penggunaan tanah pabrik, pertanian/tambak, pelabuhan, kantor pemerintah dan daerah bisnis. Penggunaan tanah permukiman kota tahun 1997 merupakan permukiman yang terluas menempati wilayah yang tidak sesuai untuk permukiman. Penggunaan tanah real estate tidak ada yang menempati wilayah yang tidak sesuai. Sedangkan hasil korelasi antara wilayah kesesuaian dengan perencanaan penggunaan tanah tahun 2010 didapat wilayah yang sangat sesuai yaitu permukiman mencapai 4284.77 ha. Wilayah yang tidak sesuai terluas yaitu penggunaan tanah permukiman mencapai 2288.52 ha. dan penggunaan tanah pabrik/gudang seluas 2050.73 ha. Sehubungan dengan penelitian ini, yaitu pemantauan dan evaluasi tata ruang dengan menggunakan teknologi SIG, maka jika dibandingkan dengan pekerjaan manual, maka dapat disimpulkan bahwa pekerjaan SIG dengan komputerisasi sangat baik hasilnya daripada secara manual.
 

Catatan Pak Dosen © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates